Patrem Jalak Ruwuh Pamor Singkir Madura Abad 19

 

M A H A R  (Rp.1.000.000,-)

Termahar Bpk. S Sidoarjo

Jalak Ruwuh
Jalak Ruwuh atau dapat disebut dengan Jalak Ruwoh, adalah salah satu dapur keris lurus, yang ukuran bilahnya normal. Permukaan bilahnya nggigir sapi, bergandik polos, pejetan, gusen dan ada-ada. Sepintas lalu keris dhapur Jalak Ruwuh mirip dengan tilam upih atau brojol, bedanya yang jelas adalah bilahnya yang lebih tebal, dan kebanyakan ngadal meteng. Namun Jalak Ruwuh terkadang dikacukan orang dengan sebutan Jalak Nguwuh, karena bunyinya hampir serupa. Jalak Ruwoh = Jalak Luru Woh (Jalak mencari buah). Pada jaman dahulu keris berdhapur Jalak Ruwoh banyak diberikan orang tua kepada anaknya yang hendak merantau bekerja atau menuntut ilmu. Buah disini merupakan perlambang dari sesuatu yang hendak dicari. Bisa pengetahuan hingga nafkah bagi keluarganya.

 

 

 

 

 

 

Pamor Singkir/adeg
Adeg sebenarnya adalah penamaan umum atas motif gambaran pamor yang bentuknya menyerupai garis membujur dari pangkal ke ujung bilah. Garis Pamor itu tidak boleh terputus, tebal garis kira-kira antara 0,5 mm hingga 4 mm. Pola garis lurus vertikal, sebagai pemaknaan harapan terlepas dari hal-hal buruk atau untuk tolak bala musibah tidak diinginkan. Misalnya untuk menangkal serangan guna-guna, ilmu hitam, santet, menghindari gangguan makhluk halus, dan sebagainya. Karena tuah pamor Adeg banyak bisa diharapkan menangkal bahaya (tak kasat mata), sebagian orang lalu menyebutnya pamor singkir. Pengertian singkir dalam dunia perkerisan sebenarnya lebih dekat dengan harapan si pembuat atau si pemilik, agar selalu terhindar dari suatu mara bahaya terutama gangguan yang tidak kasat mata.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Patrem
Mugo mugo di PAringi tenTREM.
Saya pribadi mengatakan bahwa sekarang ini keris patrem adalah keris yang baik dimiliki untuk orang orang yang tidak bisa jauh dari keris dikarenakan bisa dibawa kemana mana karena bentuknya kecil dan ringkas dan bukan jimatan tidak peduli lagi itu diperuntukkan untuk perempuan atau anak laki laki.

Kondisi wilah utuh sekali, wilah baru diwarangi.

Sungguh paduan yang menarik antara keris Patrem Jalak Ruwuh dengan pamor Singkir dan warangka ndeso model gayaman ladrangan yang sengaja di beri goresan dan ornamen lafadz Allah, Muhammad, Rosul. Mungkin dengan tujuan agar kita dibatasi agar hanya sampai level menghormati saja tidak sampai mengkultuskan, karena mengingat masih ada yang maha segalanya yaitu Allah YME. Sayang warangka ini dalam kondisi yang agak memprihatinkan.

Dimaharkan dengan kondisi sesuai detail foto.

rock, JST

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *