Keris Pusaka Mayabumi Sengkelat Luk 13 Tangguh Mataram abad 15, JST-22

 

   


Mahar : Rp.2.120.000, (Termahar oleh Bapak P. Jakarta)


  • Kode Pusaka : JST-22
  • Jenis Pusaka : Keris Luk 13
  • Dhapur : Sengkelat
  • Pamor : Beras Wutah
  • Tangguh : Mataram Abad XV
  • Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 472/MP.TMII/VIII/2017
  • Asal-usul Pusaka : Pemilik Sebelumnya orang Jakarta
  • Keterangan Lain : Warangka Bawaan, Warangan lama
  • Wuku : Kurantil, Julungwangi, Mandasiyo, Tambir, Prangbakat, Dukut

SENGKELAT
Kisah keris Sengkelat dalam budaya Jawa mengandung falsafah yang sangat tinggi, apalagi dikaitkan dengan pemahaman keris sebagaiagemandanpiandelkehidupan bagi masyarakat jawa. Kisah unik tentang Sengkelat di duniakerisologiakan selalu menarik untuk diulas. Di dalam kisah Sengkelat ini banyak dimensi yang bisa dikupas baik dari sisi fisik, filosofi, keagamaaan, moral dan sisi lain sebagainya. Oleh karena itu, bukan tanpa sebab keraton kasultanan Yogyakarta menempatkan keris Sengkelat ini di tempat yang khas dan khusus.

Seturut semangat Sultan Agung pada waktu muda ia mempunyai keris andalanManglar di usia senjanya , Sultan Agung justru gandrung dengan keris berlekuk 13,Sengkelat. Sampai-sampai Empu Guling diminta untuk membuat keris sengkelat ini. Kemudian untuk membedakan dengan keris luk 13 yang sebelumnya (pancer), tempaan Empu Guling disebut dengan keris Guling Mataram. Keris ini merupakan simbolisasi dari pendekatan diri kepada Yang Di Atas. Kenyataan ini didukung oleh sastra yang berkembang dengan munculnya Serat Pangracutan. Intisari dari Serat Kekiyasing Pangracutan adalah untuk selalu mengingat kematian.

Upaya manusia untuk memahami keberadaanNYA diantara semua makhluk yang tergelar di jagad raya telah membawa manusia dalam perjalanan pengembaraan yang tak pernah berhenti. Pertanyaan tentang dari mana dan mau kemana (Sangkan Paraning Dumadi) pada setiap perjalanan dari individu makhluk terus menggelinding dari zaman ke zaman. IA adalah sang Sangkan sekaligus sang Paran. IA hanya satu, tanpa kembaran,Gusti Pangeran iku mung sajuga, tan kinembari. Orang jawa menyebutnyaGusti Pangeran. Kata pangeran berasal dari katapangengeran, yang artinya tempat bernaung dan berlindung. Terhadap Allah manusia hanya mampu memberikan sebutan sehubungan dengan perannya,Gusti kang murbeng dumadi(Penentu nasib semua makhluk).

PAMOR BERAS WUTAH,Jika kita renungkan bersama, sebutir beras akan memiliki sebuah cerita tersendiri yang bisa kita ambil sebagai sebuah pelajaran hidup. Semua dimulai dari tanaman padi. Yang dipanen oleh para petani setelah menguning, dan dipukuli ke sebuah papan agar bulir-bulir padi itu bisa jatuh (rontok) dan dikumpulkan. Bulir-bulir padi yang rontok tersebut, akan dibawa dan ditaruh kedalam sebuah lesung untuk sekali lagi, dipukuli oleh alu-alu. Bulir-bulir padi ini akan lepas dari kulitnya dan akan berubah menjadi butir-butir beras. Setelah itu, semua itu akan dikumpulkan, dikarungi dan dijual sebagai beras siap masak.
Mari kita bayangkan jika beras itu adalah jati diri kita masing-masing. Dimulai dari awal pertumbuhan. Pada saatnya akan menguning-matang dengan seiiringnya waktu. Pematangan ini pun tergantung dari kondisi tanah, yang bisa kita artikan kondisi lingkungan di mana kita tumbuh. Namun satu hal yang pasti, jika memang bibit padi itu adalah bibit unggul, maka ia pun akan tumbuh dengan baik.

Setelah matang maka kepribadian beras itu diuji. Dibanting dari batang utamanya, seperti saat sebagai taruna atau sebagai seorang individu, dilepas untuk merantau di dunia nyata. Setelah kita semua lepas dari batang utama kita, yaitu orang tua kita, maka kita dihentak, dialu oleh kenyataan dunia. Setelah bulir-bulir padi itu lepas dari sekamnya, semua karakter sesungguhnya dan apapun yang menutupi jati diri kita yang sebenarnya akan terkupas dan menunjukkan apa buah atau inti sebenarnya.

Dimaharkan Keris Sengkelat tangguh Mataram abad 15 beserta sertifikasinya sesuai dengan detail terlampir.

Rock, JST

0838-0808-3888

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *