Keris Pusaka Mayabumi Sepokal Luk 17 Tangguh Madura Abad 19, JST-34


Mahar: Rp.4.715.000,-


  • Kode Pusaka : JST-34
  • Jenis Pusaka : Keris Luk 17
  • Dhapur : Sepokal
  • Pamor : Ilining Warih / Banyu mili
  • Tangguh : Madura Abad XIX (Pesisiran??)
  • Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 485/MP.TMII/VIII/2017
  • Asal-usul Pusaka : Pemilik Sebelumnya orang Jakarta
  • Keterangan Lain : Warangka ladrang Yogya Timoho, Pendok kemalo coklat, Warangan lama, pesi utuh panjang
  • Wuku : semua wuku

 

Pusaka Eksentrik

KALAWIJAN

Keris dengan luk di atas 13 termasuk ke dalam dhapur Kalawijan/Palawijan atau di luar normal. Dalam pakem dhapur keris Kraton Surakarta, yang termasuk dalam kalawijan adalah mencapai luk 29. Pada masa sekarang, ada juga keris yang berluk 37. Semua itu tergantung kreasi dari empu atau pande pembuat keris tersebut. Mengapa kalawijan atau palawijan? Jika mengacu kepada penggunaan kata, kalawijan atau palawijan diterapkan misalnya pada bahan pangan non beras. Ada juga penggunaan kata kalawijan terhadap barisan abdi dalem Kraton yang secara fisik di luar normal, seperi albino, cebol dan semacamnya. Demikian pula dengan keris Kalawijan yang di luar normal dengan maksud jumlah luk di atas 13. Ada pendapat bahwa keris Kalawijan dahulu diberikan kepada orang yang di luar normal, dalam arti eksentrik, pintar sekali atau kurang sekali. Pada jaman dahulu merujuk sebutan kepada mereka yang terlahir dalam kekurang-beruntungan  atau keterbatasan fisik, seperti  bucu (terlahir punggungnya bongkok), wujil cecebolan (orang cebol), bule (albino), jangkung (raksasa) dan yang memiliki ciri fisik berbeda lain.  Mereka-mereka ini diangkat menjadi abdi dalem (disantuni kerajaan), karena dianggap manjur untuk melindungi Raja. Bisa juga untuk menggolongkan mereka yang memiliki ‘bakat’ lebih dalam hal khusus, seperti sastra, tari, sungging dan lain-lain, yang sehari-harinya bertingkah laku nyentrik, sehingga dipandang tidak umum oleh masyarakat sekitarnya.

 

SEPOKAL

Sepokal dengan ricikan Luk 17,pejetan,tikel alis merupakan dhapur keris yang sangat langka. Wilah untuk keris keris kalawijan umumnya lebih panjang jika dibandingkan keris berluk normal pada umumnya. Sepengetahuan penulis, baru kali ini penulis menemui dhapur Sepokal luk 17.

 

BANYU MILI

bagi orang jawa bermakna harafiah air mengalir. Ya karakter dasar air adalah mengalir dari tempat yang lebih tinggi menuju ketempat yang lebih rendah. Mengalir kesegala penjuru arah tanpa mau terhalang oleh apapun. Air merupakan sumber kehidupan karena dibutuhkan oleh semua mahkluk hidup untuk meneruskan kehidupannya. Air juga merupakan zat yang sangat mudah beradaptasi dengan lingkungannya jika dipanaskan ia akan menguap jadi udara bebas, jika didinginkan akan menjadi es dingin yang membeku. Air yang ditempatkan pada wadah maka ia akan menyerupai bentuk wadahnya. Tapi jangan sekali-sekali anda mengabaikandengan sifat tenangnya. Seperti halnya pamor banyu mili yang diharapkan rejeki yang terus mengalir laksana air yang mengalir.

 

Sungguh perpaduan yang menarik mulai dari Dhapur kalawijan langka Sepokal Luk 17 dengan pam,or Banyu Mili yang jelas sekali mungkin pemilik terdahulu membuat keris ini dengan harapan membuang kesialan dan menarik keberuntungan sehingga rejeki pemiliknya dapat terus mengalir deras laksana air yang mengalir.

Dimaharkan Keris Sepokal luk 17 tangguh Madura abad 19 beserta sertifikasinya sesuai dengan detail terlampir.

 

Rock, JST

0838-0808-3888

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *