Keris Pusaka Mayabumi Pendhawa Luk 5 Tangguh Mataram Abad 18, JST-15

 


Mahar: Rp.3.232.000,-


  • Kode Pusaka : JST-15
  • Jenis Pusaka : Keris Luk 5
  • Dhapur : Pandhawa
  • Pamor : Ngulit Semangka
  • Tangguh : Mataram Abad XVIII
  • Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 436/MP.TMII/VII/2017
  • Asal-usul Pusaka : Yogya
  • Keterangan Lain : Wilah TUS, Warangka ladrang Solo kayu Jati, Pendok Bunton Solo
  • Wuku : Landep, Kurantil, Tolu, Warigalit, Julungwangi, Sungsang, Kuningan, Mandasiyo, Julungpudju

Link Video : https://youtu.be/S7MnPNGskME

KERIS LUK 5

Pada jaman kerajaan dahulu di jawa, keris-kerisber-luk 5 hanya boleh dimiliki oleh raja, pangeran dan keluarga raja, dan para bangsawan yang memiliki kekerabatan atau memiliki garis keturunan raja, bupati dan adipati. Selain mereka, tidak ada orang lain yang boleh memiliki atau menyimpan keris ber-luk 5.

Demikianlah aturan yang berlaku di masyarakat perkerisan jaman dulu. Keris ber-luk 5 hanya boleh dimiliki oleh orang-orangketurunan raja dan bangsawan kerabat kerajaan,memiliki kemapanan sosial dan menjadi pemimpin di kata lain, kerisber-luk 5 disebut jugaKeris Keningratan.

DHAPUR PANDAWA

Pandawa

Pandawa kata daripada bahasa Sanskerta, yang secara harfiah berarti anak Pandu, yaitu salah satu Raja Hastinapura dalam wiracarita Mahabharata. Dengan demikian, maka Pandawa merupakan putra mahkota kerajaan tersebut. Dalam wiracarita Mahabharata, para Pandawa adalah protagonis sedangkan antagonis adalah para Korawa, yaitu putera Dretarastra, saudara ayah mereka (Pandu). Menurut susastra Hindu (Mahabharata), setiap anggota Pandawa merupakan penjelmaan (penitisan) dari Dewa tertentu, dan setiap anggota Pandawa memiliki nama lain tertentu. Misalkan nama Werkodara arti harfiahnya adalah perut serigala. Kelima Pandawa menikah dengan Dropadi yang diperebutkan dalam sebuah sayembara di Kerajaan Panchala, dan memiliki (masing-masing) seorang putera darinya.

Para Pandawa merupakan tokoh penting dalam bagian penting dalam wiracarita Mahabharata, yaitu pertempuran besar di daratan Kurukshetra antara para Pandawa dengan para Korawa serta sekutu-sekutu mereka. Kisah tersebut menjadi kisah penting dalam wiracarita Mahabharata, selain kisah Pandawa dan Korawa main dadu.

Menurut tradisi Hindu, kelima putra Pandu tersebut merupakan penitisan tidak secara langsung dari masing-masing Dewa. Hal tersebut diterangkan sebagai berikut:

Yudistira penitisan dari Dewa Yama, dewa akhirat;Bima penitisan dari Dewa Bayu, dewa angin;Arjuna penitisan dari Dewa Indra, dewa perang;Nakula dan Sadewa penitisan dari dewa kembar Aswin, dewa pengobatan.

Sedangkan Filosofi dari Keris Dhapur Pandawa ini adalah tentang kehidupan bermasyarakat, maksudnya agar kita dapat mencontoh para tokoh Pandawa dalam pewayangan, antara lain :

1. Yudhistira : Tekun beribadah dan Jujur
2. Bima : Setia dan Perkasa
3. Arjuna : Lemah Lembut dan Sakti
4. Nakula : Pandai berdagang / berwirausaha
5. Sadewa : Pandai beternak / berolah pertanian.

Selanjutnya tinggal kita ingin di posisi mana, yang sesuai dengan bidang kita.

Keris Pandawa tangguh Mataram Abad 18 sandangan Ladrang Solo kayu jati dengan kondisi wilah cukup utuh, pamor ngulit semangka dan beraura teduh mengayomi.

Dimaharkan sesuai dengan detail dan keterangan seperti diatas.

 

Dahsyat, JST

0838-0808-3888

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *