Keris Pusaka Mayabumi Jalak Sangu Tumpeng Tangguh Mataram Abad 16, JST-18 (Lubang Gonjo Tindik emas??)

 


Mahar: Rp.3.715.000,-


  • Kode Pusaka : JST-18
  • Jenis Pusaka : Keris Lurus
  • Dhapur : Jalak Sangu Tumpeng
  • Pamor : Wos Wutah
  • Tangguh : Mataram Abad 16
  • Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 485/MP.TMII/VIII/2017
  • Asal-usul Pusaka : Klaten Jawa Tengah
  • Keterangan Lain : Warangka ladrang Solo Jati Iras, Pendok blewah Solo, tindik lubang gonjo (emas??) pesi utuh panjang eks tindik
  • Wuku : Sinta, Gumbreg, Galungan, Pahang, Maktal, Wugu.

 

JALAK SANGU TUMPENG,
Diantara para pecinta keris banyak yang beranggapan bahwa keris ber-dhapur Jalak Sangu Tumpeng ini umumnya mempunyai tuah yang membuat pemiliknya mudah mencari rezeki. Itulah sebabnya, keris ini biasanya dimiliki oleh para pedagang, pengusaha, atau pegawai bank, dan profesi sejenisnya.

Bahkan catatan dari keraton menyebutkan bahwa KKA Kopek adalah salah satu keris pusaka Keraton Yogyakarta yang oleh kalangan keraton dan msyarakat Yogyakarta dianggap sebagai pusaka andalan raja berdhapur Jalak Sangu Tumpeng (Burung Jalak yang membawa bekal tumpeng), sor-sorannya berlapis emas seperti Panji Wilis sebagai penanda pusaka keraton.
Dari legenda terungkap bahwa pusaka ini menyimpan misteri kehidupan, yaitu bahwa manusia dalam hidupnya perlu sangu (membawa bekal) tumpeng. Tumpeng kehidupan bisa berarti fisik makanan namun dapat pula berarti yang bersifat rohani.

Ada sesanti jawi yang juga berhubungan dengan pemaknaan Tumpengan yang tidak asing bagi kita yaitu: Mangan ora mangan waton kumpul (makan tidak makan yang penting kumpul). Hal ini tidak berarti meski serba kekurangan yang penting tetap berkumpul dengan sanak saudara. Pengertian sesanti tersebut yang seharusnya adalah mengutamakan semangat kebersamaan dan kerukunan dalam rumah tangga, perlindungan orang tua terhadap anak-anaknya, dan kecintaan kepada keluarga. Dimana pun orang berada, meski harus merantau, haruslah tetap mengingat kepada keluarganya dan menjaga tali silaturahmi dengan sanak saudaranya.

Pesi dan lubang gonjo tindikan (emas?)
Yang menjadikan keris ini sedikit berbeda dengan keris lain adalah, diketemukannya sumpalan (emas?) di bagian ujung pesi dan lubang gonjo. Tindik/sumpalan emas pada bagian ujung sebuah pesi tentulah bukannya tanpa arti (inskripsi). Bagi sebagian orang dipercaya memiliki dayalinuwih (tuah) tertentu. Sebagai contoh ada kepercayaan pada masa lampau, keris yang ditindik emas dipercaya bisa melunturkan kesaktian musuh, dapat juga dipahami masuk sebagai tataran psikologis pemiliknya, dimaknai sebagai panutan, pengingat dan harapan. Misal tindik yang ada dianggap sebagai sebuahikhktiaruntuk menambal kekurangan yang ada dimana prinsipnya menjadikan yang kurang baik menjadi lebih baik dalam mencapai sebuah tujuan yang dicita-citakan. Akan tetapi sayang pada waktu dititip untuk dibersihkan tindikan yang ada pada ujung pesi hilang entah karena faktor kesengajaan atau tidak, sehingga hanya menyisakan tindikan pada lubang gonjo saja.

Kondisi wilah tergolong cukup utuh dan memancarkan aura unik tersendiri. Dimaharkan sesuai dengan kondisi detail pada foto diatas.

 

Rock, JST

0838-0808-3888

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *