Keris Pusaka Mayabumi Jalak Nguwuh Tuban Mataram Abad 14, JST-24

 

    


Mahar : Rp. 1.850.000,- (Termahar oleh Bapak P Jakarta)


  • Kode Pusaka : JST-24
  • Jenis Pusaka : Keris Lurus
  • Dhapur : Jalak Nguwuh
  • Pamor : Ngulit Semangka
  • Tangguh : Tuban Mataram Abad XIV
  • Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 474/MP.TMII/VIII/2017
  • Asal-usul Pusaka : Pemilik Sebelumnya orang Jakarta
  • Keterangan Lain : Warangka lawasan, Pesi Utuh, Warangan lama
  • Wuku : Sinta, Gumbreg, Galungan, Pahang, Maktal, Wugu

Jalak Nguwuh
adalah salah satu bentuk dhapur keris yang bilahnya lurus, ukurannya sedang, gandik keris ini polos (tanpa sekar kacang dll) dengan ricikan lainnya pejetan dan tingil. Bagian ada-adanya terlihat jelas dan tebal, sampai ke ujung bilah, dengan demikian permukaan bilah. Keris ini bentuknya hampir mirip dengan bentuk keris dhapur Tilam Sari.

Tidak ada ukuran atau standar bagaimana suatu dapur atau pamor keris harus diinterpretasikan maknanya. Makna yang direfleksikan pada sebuah dapur keris akan sangat tergantung pada keleluasaan cakrawala masing-masing individu. Ajaran filsafat jawa yang dibungkus dalam suatu karya seni keris, tentunya mempunyai suatu perlambang tentang ajaran mengenai hidup dan kehidupan. Dalam hal ini budaya jawa membuka lebar-lebar setiap interpretasi, dengan tetap berpijak pula kepada ajaran budi luhur para leluhur. Tidak ada salahnya jika kita sedikit memperluas cakrawala pemikiran. Kita mencoba untuk mencari, mempelajari dan memahami segala sesuatu dibalik nilai-nilai budaya, bukan sebaliknya justru meninggalkan dan membuang suatu karya budaya karena takut dituduh syirik atau dianggap kuno ketinggalan jaman.

Jalak(nama jenis burung), Nguwuh(mengundang dengan kicauannya).Jalak adalah salah satu burung yang eksotis burung yang suka berkelompok, tetapi jika sudah menemukan pasangannya maka burung-burung tersebut akan hidup berdua. Kecerewetan burung Jalak ternyata merangsang burung lain untuk mengeluarkan nyanyiannya. Burung ini ini kerap dijadikan bahan ilustrasi untuk menggambarkan betapa sebuah persahabatan antara dua ekor binatang terjalin begitu indah. Ya, Kerbau dan Jalak Hitam atau orang awam kerap menyebut Jalak Kebo atau Jalak Kerbau adalah contoh nyata terjadinya simbiosis mutualisme.

Hampir semua kebudayaan di Nusantara secara kolektif memiliki berbagai macam sudut pandang dalam melihat burung, baik burung sebagai hewan piaraan biasa maupun burung dalam dimensi yang lain. Di zaman kuno burung merupakan perlambang roh-roh orang yang telah meninggal. Ia disejajarkan dengan kehidupan alam atas. Burung tertentu dalam mitologi Nusantara diyakini memiliki naluri baik yang disumbangsihkan bagi keberlangsungan hidup. Dijadikannya burung sebagai salah satu lambang kesempurnaan hidup orang Jawa karena burung dianggap masyarakat Jawa sebagai perlambang kerinduan suatu makhluk untuk menggapai keluhuran baik budi pekerti maupun rohani. Burung juga merupakan simbol kemauan keras dalam memulai pekerjaannya pada pagi hari sebagai perlambang mencari penghidupan pada alam nyata dan pulang keperaduan pada petang hari untuk menyongsong kehidupan yang lain yaitu menurut kepercayan orang Tua mimpi mendengar burung berkicau saja dipercaya akan mendapat kekayaan dalam bentuk rezeki yang melimpah.

Secara umum pamor pada bilah ini adalah kulit semangka, tetapi apabila kita perhatikan lebih lanjut bulatan-bulatan yang ada tidak terputus dari atas hingga bawah rapi terkonsentrasi di tengah bilah, sebagian orang menyebutnyaWahyu Tumurun. Pada jaman kerajaan di masa lampau, untuk mendapat kedudukan terhormat di masyarakat, seseorang harus mendapatkan keberuntungan/wahyu. Sebagai contoh untuk menjadi adipati (bupati), meskipun orang tersebut pandai sastra, pandai berperang, pekerja keras, atau dicinta banyak orang, sederhananya tanpawahyuyang turun kepadanya dia tidak akan terpilih, bahkan kepercayaan tersebut masih melekat di masyaakat saat ini. PamorWahyu Tumurunjuga mengandung pengharapan akan kehidupan yang serba berkecukupan dan penuh berkah. Berkah lahir batin yang terus mengalir dan terjaga hingga keturunan-keturunan selanjutnya.

Dimaharkan sebuah Keris Jalak Nguwuh Tangguh Tuban Mataram abad 14 bersertifikasi Musium Pusaka TMII sesuai dengan foto dan deskripsi diatas.

Rock, JST

0838-0808-3888

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *