Keris Pusaka Mayabumi Brojol Tangguh Tuban Abad 17, JST-34 ( Pamor Spesial Aksara D dan B)

   


Mahar : Rp.8.515.000,-


  • Kode Pusaka : JST-19
  • Jenis Pusaka : Keris Lurus
  • Dhapur : Brojol
  • Pamor : Ngulit Semangka / Rojogundolo Huruf D dan B
  • Tangguh : Tuban Abad 17
  • Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 445/MP.TMII/VII/2017
  • Asal-usul Pusaka : Klaten Jawa Tengah
  • Keterangan Lain : Warangka Gayaman Solo Kayu Awar awar, Pendok blewah Solo, Wilah sangat utuh, pesi utuh
  • Wuku : Warigalit, Kuningan, Kuruwelut, Wuyu, Wayang, Landep

 

Filosofi keris dapur Brojol, seperti halnya bayi yang baru lahir, belum memiliki apapun kecuali berpasrah diri terhadap ibunya, begitulah kita berpasrah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sesungguhnya dengan kelahiran itu, kita kembali diingatkan akan asal muasal kita. Dhapur Brojol dapat juga dimaknai sebagai sebuah pengejawantahan keinginan manusia untuk senantiasa dapat lancar segala sesuatunya (mbrojol) dalam hal menyelesaikan kesulitan kehidupan.

Dapur Brojol yang sederhana merupakan suatu symbol mengenai ajaran hidup bagaimana seseorang untuk menjaga fitrah yang telah diberikan oleh Tuhan. Meskipun bentuknya sederhana, dapur ini sarat dengan ajaran hidup yang sangat dalam. Meskipun fidak mudah untuk mencapainya, namun paling tidak ajaran ini mengingatkan manusia. Seorang yang masih sadar akan eksistensi kemanusiaannya, tentu ia tidak mau merendahkan derajatnva, ia bahkan akan selalu berusaha untuk mempertahankan fitrah kemanusiaannva. Bahkan, ia akan selalu berusaha meningkatkan derajat serta kualitas kemanusiaannya.
Nafsu- nafsu duniawi yang menghalangi pencapaian fitrah, dikendalikan dengan tapa laku dan memahami takdir yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Karena hidup ini tidak lepas dari kepastian dari Tuhan maka segala yang telah tercapai harus disyukuri, diambil hikmahnya dan harus diterima dengan ikhlas dengan Sumeleh (dengan hati yang lapang) dan Sumarah (tabah dan pasrah). Sumarah dan sumeleh menunjukkan kestabilan jiwa seseorang dalam menjalani hidup. Namun demikian, orang harus wajib berikhtiar, harus berusaha semampunya (wiradat). Namun usaha tersebut perlu dijalani sewajarnya, ora ngoyo atau memaksakan diri diluar batas kemampuannya, melanggar ajaran agama dan merugikan orang lain. Orang yang hidup ngoyo dan neko-neko (bertingkah), cenderung untuk berbuat dan berperilaku tidak baik, vang justru menjauhkan dirinya dari pencapaian fitrahnya sebagai manusia.

Inisial D dan B (Langka!!!)

Pamor Ngulit Semongko dengan Rojogundolo Huruf “D” dan “B”, adalah pamor tiban dihasilkan oleh penempaan Empu yang dalam proses pembuatannya Ia bekerja sambil berdoa, sabar dan menyerahkan hasil dari tempaannya kepada kehendak Tuhan (ikhlas). Tanpa rencana dan hasilnya bisa keluar huruf yang menyerupai huruf D dan B yang mungkin pada saat keris ini dibuat belum dikenal aksara latin seperti sekarang yang mudah mudahan membawa berkah pada keris ini dan pemiliknya.

Handle keris ini juga terbuat dari bahan yang mengandung fosfor hasil buatan sendiri yang bisa menyala dalam kegelapan sehingga menambah kesan unik tersendiri.

Dimaharkan sesuai dengan detail foto diatas.

 

Rock, JST

0838-0808-3888

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *