Esoteri Keris I

“Isi” Keris

oleh: JST (dari berbagai sumber)

Esoteris Esoterik berasal dari kata Yunani kuno ἐσωτερικός (esōterikós) yang berarti suatu hal yang diajarkan atau dapat dimengerti oleh sekelompok orang tertentu dan khusus, dapat juga berarti suatu hal yang susah untuk dipahami

Hal ini secara mudah diartikan sebagai suatu hal yang terdapat di luar daya tangkap dan daya pikir manusia biasa dan mewakilkan sebuah proses evolusi makhluk hidup dari suatu titik dasar: Bagaimana semesta dapat tercipta, bagaimana kinerjanya dan peran manusia di dalamnya. Esoteris juga kadang disebut sebagai seni untuk bekerja bersama energi-energi dengan kedekatan bersama sumber spiritual tertinggi. Ajaran-ajaran ini telah membantu untuk membimbing dan membentuk peradaban demi peradaban yang berdampak terhadap kemajaun yang dialami oleh umat manusia baik dalam hal ilmu pengetahuan, politik, seni atau agama.

Berdasarkan pengalaman dan berbagai narasumber, didapatkan kesimpulan bahwa alam gaib itu luas dan rumit sekali. Dimisalkan apabila ada 100 orang yang bisa memasuki alam gaib, maka aka nada 100 cerita yang berbeda menurut pengamatan mereka dan kesemuanya itu benar. Sering terjadi bahwa apa yang diketahui dan dipahami seseorang berbeda dengan orang yang lain. Akan tetapi hal semacam ini tidak perlu dijadikan perdebatan untuk mencapai sebuah pengakuan kebenaran tentang pendapatnya masing masing. Mayabumi.com Sesuatu yang berbeda tersebut bisa kemungkinan sama sama benar atau bahkan sama salahnya.

Pada umumnya manusia hanya dapat melihat alam gaib dalam sudut pandang yang sangat kecil sekali, yang jika diibaratkan hanya mengintip dari sebuah lubang kecil pada jendela. Hasil penglihatannya juga sangat bergantung pada sebesar apa lubang tempat dia melihat, posisi lubang, dan kemampuan orang tersebut dalam memahami dan menjabarkan apa yang dia lihat. Mayabumi.com Banyak sekali batasan batasan dan aturan aturan di alam gaib yang sangat berbeda dengan aturan dan batasan di alam manusia. Lain dengan alam manusia, batasan dan aturan di alam gaib sangat lah ketat dan sulit sekali untuk dilanggar oleh “mereka’, yang apabila dilanggar tentulah akan ada hukuman yang mungkin kita sebagai manusia akan bertanya dengan heran tentang semua itu.

Kemampuan berkomunikasi dengan “mereka” di alam gaib sana adalah modal untuk dapat berdialog dengan “isi” keris, yang pada umumnya adalah makhluk makhluk gaib seperti Jin, siluman, dan arwah. Jika minim kemampuan atau awam berhubungan dengan alam gaib maka dapat dikatakan kecil kemungkinan untuk berkomunikasi dengan “mereka” dan memahaminya, kecuali dengan bantuan pihak pihak yang lebih kompeten dibidang ini.

Sesungguhnya “isi” keris itu ada yang bersifat positif dan ada yang negatif. Positif biasanya berupa arwah dari orang orang sakti jaman dahulu atau jin baik biasanya dengan penampilan seperti Resi, Pertapa, Pendekar, Pendeta, Orang Tua, dll. Yang bersifat Positif biasanya didalam membantu manusia atau pemilik keris tidak meminta imbalan apa apa, atau kalaupun ada biasanya hanya berupa bunga atau minyak tertentu saja. Yang Negatif biasanya berupa makhluk gaib seperti jin jahat dan siluman dengan berbagai wujud seram atau binatang. Mayabumi.com Mereka dalam membantu manusia atau pemilik keris selalu mengharapkan atau meminta imbalan yang jika tidak dituruti akan mencelakanan pemilik keris bahkan orang orang disekitarnya.

Untuk mengetahui apakah “isi” sebuah benda pusaka atau keris maka kita harus menayuh pusaka atau keris tersebut. Dengan menayuh keris maka akan dapat diketahui jenis makhluk gaib yang ada, apakah baik atau jahat, cocok atau tidak cocok dengan pemiliknya, macam kemampuan khususnya (fungsi), dll yang dibutuhkan. Mayabumi.com Apabila setelah diperiksa hasilnya baik maka biasanya baru dilakukan dialog dengan isinya, hal ini untuk meminimalkan kejadian kajadian buruk yang mungkin terjadi.

Menayuh keris biasanya juga bisa dilakukan dengan cara membawa tidur. Ada yang diletakkan dibawah bantal, ada yang hanya diletakkan disamping tempat tidur, bahkan ada yang ditaruh dibawah tempat tidur. Semua bertujuan untuk mendapatkan mimpi atau firasat dari “isi” kerisnya. Hasil dari mimpi atau firasat tersebut baru dicoba untuk evaluasi dan penafsiran tentang “isi” keris tersebut. Mayabumi.com Selain dibawa tidur, menayuh keris juga bisa dilakukan dengan cara melakuakn ritual khusus seperti puasa atau meditasi, dll. Semuanya tentunya dengan tujuan untuk mengetahui atau kontak atau komunikasi dengan “isi” keris tersebut untuk dapat memilah mana yang baik dan mana yang buruk.

 

Rock, JST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *