Keris Pusaka Mayabumi Tilam Upih Ngulit Semangka Tangguh Mataram Abad 16, JST-15

 

Mahar : Rp. 2.750.000,-

  • Kode Pusaka : JST-21
  • Jenis Pusaka : Keris Lurus
  • Dhapur : Tilam Upih / Tilam sari
  • Pamor : Ngulit Semangka
  • Tangguh : Mataram Abad XVI
  • Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 469/MP.TMII/VII/2017
  • Asal-usul Pusaka : Yogya
  • Keterangan Lain :  Warangka Langka Wulan Tumanggal Yogya Kayu Trembalo, Pendok Cukitan Mamas Yogya
  • Wuku : Sinta, Gumbreg, Galungan, Pahang, Maktal, Wugu

Link Video : https://youtu.be/jZpGrxDyKig

TILAM UPIH

Untuk memahami dan menikmati hasil karya dari seseorang Empu, kita tidak hanya melihat bahan besi dan kualitas penempaan, material pamor yang digunakan dan penerapaannya, serta bukan pula hanya pada pasikutan dan garap bilah semata. Lebih jauh dari itu, untuk merasakan keindahan sebilah keris, kita perlu sejenak kembali ke masa lalu. Membayangkan bagaimana kondisi budaya masyarakat setempat waktu itu, tingkatan teknologi yang telah dicapainya serta bagaimana pola pikir serta simbol-simbol (sanepa dan sengkala) dengan berbagai makna filosofi mendalam yang dianut masyarakat pada waktu itu serta berbagai aspek intangiblelain yang terkait dengan sebuah budaya masyarakat.

Banyak cerita tentang keris pusaka keluarga dengan dapur Tilam upih. Banyak juga yang meyakini bahwa pusaka (ampuh) yang berwujud keris memiliki bentuk-bentuk sederhana, seperi halnya Tilam Upih. Menurut cerita dahulu kala, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan disaat jaya.

Tilam Upih yang dalam terminologi Jawa berarti tikar yang terbuat dari anyaman daun untuk alas tidur, diistilahkan sebagai kondisi sedang tirakat/prihatin, masih tidur dengan alas yang keras, belum dengan alas yang empuk. Para orang tua jaman dahulu biasanya secara turun temurun memberikan anaknya yang menikah dengan keris dhapur tilam upih, artinya didoakan agar hidup rumah tangganya baik, mulya, berkecukupan atau sebuah bentuk simbolisasi harapan tentang hidup nyaman berkecukupan.

KULIT SEMANGKA

Dinamakan demikian karena pamor yang dibuat oleh sang Empu mirip sekali dengan corak pada kulit buah semangka.Layaknya motif batik alam,semangkamemiliki kulit buah yang tebal namun menarik karena coraknya yang memiliki beragam warna dan daging buahnya yang kaya filosofi budaya Jawa, Keris dengan PamorNgulit Semangkaini dipercaya mempunyai tuah yakni mendatangkan rejeki yang berlimpah, membuat pemilik Keris dengan Pamor Ngulit Semangka ini menjadi orang yang lebih percaya diri (optimis), bijaksana dalam memutuskan suatu permasalahan (dinamis), dan pandai dalam pergaulan untuk menyesuaikan dengan segala keadaan (flexible).

Tilam Upih dengan bentuk yang khas dan agak berbeda dengan yang lain. Dilengkapi dengan warangka cantik Wulan tumanggal berbahan kayu trembalo yang sangat pas ngetrep dengan wilahnya, detemani dengan pendok mamas cukitan lamen yang lumayan langka.

Jika diamati dengan seksama, selain penampilan sederhana dari pusaka ini ada sesuatu yang seolah olah terpancar kuat, sesuatu yang membuat suasana hati tenang dan nyaman. Sesuatu yang membantu meredakan dahaga nafsu duniawi.

Jimat ngucap pusaka kandha.

Dimaharkan sesuai dengan detail foto dan deskripsi terlampir.

Rock, JST

0838-0808-3888

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *